Lovina Beach

Lovina beach merupakan salah
satu obyek wisata di Bali, dengan pantai berpasir hitam yang terletak di
sebelah Utara Pulau Bali. Bagi wisatwan yang mendambakan ketenangan
sangat as sekali untuk berlibur di sini. Pantai Lovina terletak di desa
Kalibukbuk, sekitar sembilan kilometer sebelah barat kota Singaraja –
ibukota Kabupaten Buleleng. Di sini wisatawan dimanjakan dengan
keindahan pantainya, juga bisa melihat lumba-lumba / dolphin di tengah
laut lepas yang sangat bersahabat. Pantai ini juga bagus untuk melihat
sunset / matahari tenggelam, bisa juga snorkeling ataupun diving dan
aktivitas pantai lainnya. Di sini juga ada tempat untuk melestarikan
terumbu karang.
Pantai Lovina terkenal akan
objek wisata lumba-lumba, karena itu tak heran sebuah patung berbentuk
lumba-lumba setinggi 5 meter dibangun di dekat pintu masuk kawasan
wisata tersebut. Lovina sangat cocok untuk rekreasi air seperti
menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar, mendayung atau
sekedar berendam di air laut. Sekitar pukul 6 pagi, perahu bergerak
menjauhi bibir pantai. Pelan namun pasti perahu dengan motor tempel
tersebut mulai bergerak menuju kelokasi dimana biasanya lumba-lumba
memamerkan tariannya. Selama 15-30 menit menunggu sambil terus melajukan
perahu, biasanya sekelompok lumba-lumba terlihat melompat ke atas
permukaan air. dan biasanya tampak beberapa perahu yang lain bergerak
kearah yang sama. untuk melihat atraksi lumba-lumba di alam bebas dari
jarak yang begitu dekat. Beberapa lumba-lumba dengan santainya bersalto
di udara menunjukkan atraksi yang jarang terjadi bahkan tidak ada pada
lokasi wisata pantai lainnya.
Usai atraksi lumba-lumba
tersebut, ke lokasi dimana terumbu karang bisa terlihat dengan cukup
jelas dari atas perahu. Ke terumbu karang dan ikan warna-warni
hilir-mudik di sekitar perahu. Habis melihat Lumba - lumba biasanya di
lanjutkan makan sarapan pagi.
Wisata Museum Bahari

Museum bahari menaruh 126 koleki benda-benda histori kelautan.
terpenting kapal serta perahu-perahu niaga tradisional. diantara puluhan
miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli serta 107 buah
miniatur, foto-foto serta biota laut lainnya.
yakni bekas gudang
rempah-rempah voc belanda, terletak di tepi teluk jakarta yang indah.
dahulu saat tempat itu jadi pusat perniagaan penting. begitu sibuknya
hingga butuh penjagaan ketat, kapal-kapal besar serta kecil hilir-mudik
mengangkut rempah-rempah, berbentuk cengkeh, buah pala, lada, kayu
manis, kayu putih, tembakau, kopra, daun teh, biji kopi serta lain-lain
diangkut ke eropa serta bermacam negara lain di dunia.
hasil bumi
nusantara ini jadi monopoli komoditi penting perusahaan dagang voc
(vereningde indische compagnie) belanda. sehingga kini gudang tua itu
tetap bertengger serta terkesan angker. sesuai diubah fungsinya seperti
museum yang menaruh benda-benda histori kelautan.
bangunan tahun 1652
bangunan
berlantai tiga itu didirikan tahun 1652 oleh pemerintah kolonial
hindia-belanda di batavia. tepatnya di jalur pasar ikan jakarta utara,
menghadap teluk jakarta. disebelah kanan tidak jauh dari gudang induk
dibangun menara. sekarang dikenal sama nama menara syahbandar dibangun
tahun 1839 untuk proses administrasi keluar masuknya kapal sekaligus
seperti pusat pengawasan lautan serta daratan seputar.
dengan
signifikan gudang tersebut mengalami perubahan. tahun perubahan itu bisa
dilihat pada pintu-pintu masuk. diantaranya tahun 1718, 1719 serta
1771. pada masa pendudukan jepang, tepatnya saat perang dunia ii meletus
(1939-1945) gudang tersebut jadi tempat logistik peralatan militer
tentara dai nippon. sesudah indonesia merdeka digunakan untuk gudang
logistik pln (perusahaan listrik negara) serta ptt (post telepon serta
telegram)
sejauh ini gudang bersejarah itu terlihat lebih utuh
sesudah direnovasi pemda dki jakarta serta diresmikan jadi museum bahari
pada 7 juli 1977 oleh ali sadikin, yang pada waktu itu menjabat
gubernur dki jakarta. di perut museum bahari tersimpan benda-benda
histori berbentuk kapal serta perahu-perahu asli ataupun miniatur.
mengingatkan pada kita yaitu sejak jaman dahulu saat ‘nenek moyangku
orang pelaut’. ada kebanggaan ‘kebaharian’ dari bangsa pemberani didalam
mengarungi samudra luas serta ganas.
dari perahu bugis ke kapal voc
diantara
materi histori bahari yang dipajang misalnya perahu kebiasaan asli
lancang kuning (riau), perahu phinisi bugis (sulawesi selatan), jukung
karere (irian) berukuran panjang 11 meter. miniatur kapal voc batavia,
miniatur kapal latih dewa ruci, biota laut, foto-foto dan seterusnya.
museum ini tak hanya seperti pusat informasi budaya kelautan, pula jadi
tempat wisata pendidikan untuk leluhur baru yang mau tahu lebih banyak
tentang histori kebaharian bangsa tempo dulu.
arsitek kolonial
belanda benar-benar menyiapkan bangunan berlantai tiga itu dengan masak.
supaya bisa bertahan lama terhadap gempuran badai laut tropis yang
mengandung garam. tembok sekeliling gudang sangat tebal, tiang-tiag
penyangga langit-langitnya pun kokoh. memakai kayu ulin (kayu besi)
berukuran besar hingga tidak mudah keropos dari gangguan cuaca akan pun
rayap. tiang-tiang penyangga itu berjajar ditiap lantai ruangan yang
luas kembali lebar. pikirkan, sejak gudang itu dibangun sehingga
sekarang, tiang penyangganya tetap kokoh. udara ruangan pun terus
terjaga. sama demikian rempah-rempah yang tersimpan disitu dapat
bertahan lama tidak mudah membusuk. rancangan teknis pengaturan
sirkulasi udara menjadikan seluruh ruangan merasa sejuk. hingga
rempah-rempah itu terus segar sebelum dikirim keberbagai tempat nan
jauh. pengaturan sirkulasi udara itu diupayakan sama menempatkan puluhan
jendela berukuran besar pada setiap ruangan. bahkan jendela-jendela
lebar itu senantiasa terbuka siang -malam selama hidup.
wisatawan bule tundukan kepala
yang
menarik perhatian adalah pada awal diresmikannya museum bahari itu
banyak memperoleh kunjungan wisatawan. namun belakangan ini terlihat
sepi. angin laut dibiarkan semilir mengipasi benda-benda koleksi histori
yang kesepian. jikalau ada rombongan yang menjenguk, layaknya lebih
banyak dikunjungi wisawan mancanegara katimbang wisatawan lokal.
prosentasinya 65 % wisatawan mancanegara serta 35 % wisatawan lokal.
wisatawan belanda tercatat tempati urutan teratas dalam jumlah
pengunjung. menyusul wisatawan eropa lainnya. jerman, inggris, perancis,
australia, selebihnya bangsa-bangsa dunia lainnya terhitung asia.
mengapa
kunjungan wisatawan belanda lebih banyak dibanding wisatawan eropa
lainnya ? ini bisa dipahami sebab bangsa belanda menaruh jalinan
emosional sama indonesia. hampir 3, 5 abad lamanya kolonial belanda
menempati nusantara. wajar bila wisatawan belanda yang berkunjung itu
kerapkali terkagum-kagum. dari mulai opa serta oma, sehingga anak cucu
mereka. terpenting opa serta oma-oma belanda yang pernah tinggal di
indonesia khususnya di batavia.
mereka tidak sebatas
manggut-manggut namun pula berdecak kagum melihat bekas gudang tua yang
dibangun oleh nenek moyang mereka. bahkan tak sedikit moyang mereka yang
tutup usia serta jasadnya dimakamkan di batavia. layaknya bisa dilihat
pada kuburan belanda di ancol, menteng pulo, di museum wayang jakarta
kota, tanah abang i, dan lain-lain, jadi saksi histori yaitu bangsa
kulit putih yang doyan menyantap roti keju itu cukup lama tinggal di
indonesia.
melesak 80 cm
faktor usia, ditambah
terjangan badai tropis serta seringnya pasang air laut, menjadikan
museum bahari (bekas gudang tua) itu semakin melesak serta tenggelam
sedalam 80 cm. “lihatlah pintu-pintu dilantai bawah. terlihat pendek
sebab melesak kedalam tanah urugan akibat pasang laut ditiap musim.
dahsyatnya fenomena alam yang mengirim air laut serta menggenangi
seluruh areal museum, menjadikan bekas gudang tua itu kini semakin
membenamkan sosoknya kedalam bumi. jikalau tak diurug, air laut pasang
bakal terus menggenang”. ungkap ma yanto, mantan wakil kepala museum
bahari.
akibat urugan tanah itulah menjadikan plafon ruang pamer
di lantai bawah terlihat jadi lebih pendek mendekati lantai. namun yang
memprihatinkan adalah pintu masuk ruang pamer yang semakin rendah itu
memaksa wisatawan eropa yang tubuhnya jangkung mesti menundukan kepala
waktu melewati pintu masuk. namun kata ma yanto, wistawan bule itu tak
mengeluh bahkan tertawa gembira.
pusat wisata bahari
mimpi
pemda dki jakarta sejak gubernur sutiyoso berkuasa sehingga turun
panggung, gagal mengusung sekitar museum bahari jadi pusat wisata laut
terbesar serta mewah. “saya tak mengetahui persis kenapa rencana akbar
menata, menambah derajat museum bahari serta sekitar pasar ikan jadi
tempat wisata indah, nyaman serta menyandang manfaat ekonomi mesti
dibatalkan”, ungkap ma yanto, yang saat itu menjabat wakil kepala museum
bahari, pada wartawan.
lebih jauh ma yanto menyebutkan, rencana
tersebut sebetulnya jadi prioritas utama untuk pengembangan wisata
bahari di teluk jakarta. bahkan katanya buat menggolkan mimpi pemda dki
jakarta itu katanya telah kerap dibicarakan dalam beraneka pertemuan
para pejabat pemda dki namun barangkali sebab tak tersedianya biaya yang
memadai serta tak adanya investor, tak bisa diwujudkan. padahal pemda
dki jakarta saat itu masih giat-giatnya melaksanakan sebanyak proyek
besar lainnya yang lebih berguna